Berdasarkan Surat Perintah Nomor Prin : 033/12/1971 yang ditanda tangani oleh Kolonel Inf A. Kodim selaku Komandan Kesatrian Ahmad Yani Cijantung maka terhitung mulai 9 Desember 1971 almarhum papa ditunjuk menjadi Ketua RT 04 RW 03 Kelurahan Baru menggantikan Peltu O. Suprijatna. Melalui surat itu pula ditunjuk Serda M. Djanuni – Ba Hub Denma Kopassus menjabat sebagai wakil RT.04/RW.03. Surat Perintah itu adalah pengangkatan dari Kesatuan. Sedangkan pengesahan dari Pemerintahan baru keluar setelah surat dari Lurah Baru Pemerintah Daerah Chusus Ibukota Djakarta melalui Tjamat Pasar Rebo, Moh. Amin SH ditanda tangani. Dalam surat penunjukkan itu diketik bahwa terhitung mulai 19 Oktober 1972 Pemerintah Tingkat Ketjamatan mengesahkan papa untuk menjabat selaku Ketua RT. 004 /RW.03 Kelurahan Baru Ketjamatan Pasar Rebo.

Selama almarhum papa menjabat sebagai Ketua RT banyak kegiatan dilakukan. Beliau pernah mengikuti seminar pengenalan Narkotika yang diselenggarakan di kantor walikota. Kegiatan yang dibuat diantaranya adalah Kerja Bakti, Pembinaan berupa Pengajian dan masih banyak lagi. Tujuannya adalah merukunkan warga RT. 004 untuk kehidupan bertetangga dan tak lupa guna menunjang tugas pokok sebagai warga ABRI kata dan perbuatan adalah satu dalam menghayati Pancasila dan Sapta Marga secara utuh. Seingat saya pengajian diadakan pada setiap hari Kamis malam Jumat. Acara itu berlangsung secara giliran di rumah warga. Dalam melangsungkan acara biasanya tuan rumah akan menggunakan tikar sebagai alas sebagai pengganti kursi.Sebuah prestasi yang sempat dicatat pada waktu almarhum papa menjabat sebagai Ketua RT. 004/RW. 03 adalah terpilihnya lingkungan warga RT. 004 menjadi lingkungan terbersih di seantero RW.03. Juara kebersihan itu istilah yang saya ingat. Dalam memberikan contoh teladan bagi warganya papa senantiasa tak ragu menurunkan kakak laki-laki untuk membersihkan selokan atau korve di samping dan depan rumah. Istilah Korve atau Kerja Bakti pertama kali saya kenal ya melalui kegiatan yang sering dilakukan di lingkungan ini. Setiap perayaan HUT Proklamasi seluruh trotoar di depan rumah warga kompleks di sepanjang Jalan Sungai Luis hingga Jalan Lebos yang berbatasan dengan RT lain akan di kapuri warna Putih. Alhasil warga memperoleh penghargaan berupa Piala berwarna Perak yang dikalungi pita kecil merah putih menjadi kebanggaan bagi warga RT. 004. Ibu-ibu serta anak-anak tampak gembira mendengar hasil perolehan kerja bakti mereka menghasilkan kemenangan. Peristiwa keberhasilan itu dapat dilihat melalui foto di depan rumah Wakil RT. 0043/RW. 03 persis di pertigaan Jalan Sungai Luis dan Jalan Lebos (saat ini nama jalan sudah berganti). Tampak pula sebuah papan tulis warna hitam yang digunakan untuk memberitahuan beberapa pengumuman kepada warga.

Sebuah peran almarhum papa lainnya sebagai Ketua RT yang masih terekam adalah ketika 2 buah keluarga yang rumah tinggalnya bersebelahan kerap berselisih paham satu sama lainnya. Kehadiran almarhum senantiasa berusaha untuk mendamaikan kedua keluarga yang sama-sama dari Maluku itu. Benih permusuhan sepertinya tetap hinggap diantara mereka hingga kepindahan kami ke Serang Banten pada tahun 1981.

Keberhasilan almarhum papa menjadi Ketua RT rupanya membawanya terpilih menjadi Ketua Rukun Warga 03. Sebuah papan warna putih bertuliskan hitam dipasang disebelah kiri rumah kami persis di dekat selokan kamar bagian depan. Sayangnya saya belum menemukan bukti otentik penunjukkannya sebagai Ketua RW.

Ceritera mengenai Rukun Tetangga dan Rukun Warga selama di Cijantung berakhir ketika Agustus 1981 terjadi pergeseran pasukan dari Cijantung ke Serang Banten dan Karianggo Ujung Pandang.

Ditulis dalam Putra Cijantung

SUMBER :http://oomwil.wordpress.com